Menciptakan Kota Lebih Layak Huni Lewat Program Smart City

·

·

Daftar Isi ▼

Perpindahan penduduk dari wilayah perdesaan atau pinggiran kota menuuju ke perkotaaan yang makin masif memunculkan berbagai masalah serius. Kemacetan, polusi, kriminalitas, dan tingginya kepadatan penduduk membuat kota terkesan seperti tempat yang tidak nyaman ditinggali.

Meski kota menghadapi banyak tantangan, sebagian besar memilih tinggal karena berbagai alasan. Umumnya, yang paling logis dan rasional yaitu alasan ekonomi di mana mereka harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarga atau diri sendiri.

Masih banyak di antara mereka yang betanggapan bahwa hanya di kota lah pekerjaan yang bagus bisa didapatkan. Ditambah lagi, sarana dan infrastruktur di kota lebih lengkap dan maju dibanding tempat asal mereka. Inilah yang membuat laju perpindahan penduduk ke kota sulit dihindari.

Berbagai tantangan tersebut mendorong adanya upaya agar kota dapat mengakomodasi kepentingan warganya dengan metode yang lebih efisien dan terpadu. Di sinilah, kita mengenal istilah smart city yang telah diterapkan di Indonesia oleh pemerintah sejak tahun 2017 lewat program “Gerakan Menuju 100 Smart City”.

Apa itu Smart City?

Smart city adalah konsep kota yang melibatkan pemanfaatan teknologi digital dan data untuk meningkatkan kualitas hidup warga kota, efisiensi layanan, dan keberlanjutan lingkungan. Tujuannya yaitu mewujudkan kota yang lebih nyaman, aman, layak huni, dan bermartabat bagi semua penduduk.

definisi smart city
Gambar: Pexels

Dengan pemanfaatan teknologi, efisiensi layanan pemerintah akan semakin meningkat dan terintegrasi satu sama lain. Hal itu juga akan menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, smart city juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dengan pengelolaan sumber daya alam secara bijak.

Prasyarat Smart City

Namun demikian, membangun smart city tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada fondasi yang menopangnya. Ia memerlukan sejumlah prasyarat agar konsep smart city dapat diwujudkan dengan baik. Yang pertama, kepemimpinan daerah yang mempunyai komitmen jangka panjang untuk melakukan transformasi birokrasi secara kontinyu.

Bagaimanapun juga, smart city tidak dibangun hanya pada satu periode kepemimpinan daerah saja, melainkan bertahap meski pemimpin daerahnya berganti. Pemerintah daerah juga harus memahami bahwa mereka mengalokasikan anggaran yang hasil dan manfaatnya tidak bisa dilihat secara instan.

Smart city membutuhkan infrastruktur yang memadai mulai dari jaringan internet – baik fiber optik atau nirkabel – yang kencang dan stabil, jaringan sensor dan internet of things (IoT) yang dipasang di berbagai titik kota, pusat data dan kompurasi serta sistem keamanan siber yang kuat.

Walau begitu, teknologi secanggih apapun tidak bisa memberikan manfaat maksimal jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya dengan baik. Oleh sebab itu, lembaga pemerintah perlu memastikan bahwa setiap pegawai mempunyai komperensi digital yang mumpuni. Selain itu, ketersediaan ahli teknologi, adanya ekosistem talenta kreatif dan inovarif serta warga kota yang melek digital dapat mengakselerasi terwujudnya smart city.

Pemetintah kota juga harus mempunyai regulasi dan model pendanaan yang memudahkan pengadaan teknologi untuk smart city. Sistem pengadaan itu perlu dibuat lebih fleksibel daripada pengadaan barang konvensional mengingat teknologi yang cepat berkembang dan kebutuhan bisa berubah.

Konsep.smart city sebagus apapun berisiko mandeg di tengah jalan apabila tidak ada partisipasi aktif dari warganya. Oleh sebab itu, pemerintah kota harus membuat mssterplan dan visi kota yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan warga sejak awal membuat implementasi smart city lebih mudah diterima dan dilaksanakan. Selain itu, masalah penggunaan data juga perlu mendapatkan perhatian serius agar privasi warga tetap terjaga.

Pilar Smart City

Indonesia menggnaan 6 (enam) pilar smart city yang lebih kontekstual, disesuaikan dengan kondisi dan realitas lokal. Berbeda dengan konsep smart city internasional, pilar smart city di Indonesia menekankan pada komunitas dan partisipasi kolektif.

Smart Economy

Sebagian besar bisnis di Indonesia masih didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Walau demikian, masih banyak UMKM yang belum menggunakan teknologi secara maksimal untuk memajukan bisnisnya. Itulah kenapa, digitalisasi UMKM menjadi fokus sasaran pelaksanaan smart economy.

Di sisi lain, kekayaan budaya Indonesia yang melimpah membuat ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar. Potensi yang meliputi kuliner, musi, film, kerajinan, hingga fashion dengan identitas lokal bisa diarahkan untuk mewujudkan ekonomi cerdas sebuah kota.

Smart Environment

Indonesia yang secara geografis berada di sekitar garis khatulostiwa mempujyai curah hujan yang tinggi. Meski demikian, sejumlah kota mengalami masalah yang ironis, yaitu krisis air bersih dan pencemaran sungai. Pemasangan sensor di sumber air baku dan instalasi pengolahan air dapat memantau kualitas air secara real time, kekeruhan, kandungan klorin, dan berbagai indikator pencemaran lainnya.

elemen smart city
Gambar: Pexels

Sementara itu, tingkat hunian yang semakin padat berisiko mengurangi ruang terbuka hijau. Teknollogi penginderaan jauh dan geogrphic information system (GIS) mampu mengidentifikasi area kota yang kekurangan area hijau. Selanjutnya, pemerintah melakukan perrencanaan taman kota atau bahkan membuka area hijau baru yang juga bisa berfungsi sebagai ruang publik..

Smart Governance

Selama ini, layanan pemerintah dikenal mempunyai sistem administrasi yang berlapis, panjang, birokratis, dan memakan waktu. Ini terjadi akibat penerapa sistem terdesentralisasi sehingga persebaran teknologi tidak merata. Pada saat bersamaan, tuntutan warga akan layanan pemerintah yang responsif dan efisien semakin meningkat.

Pemerintah kota perlu membangun portal layanan publik terpadu yang memungkinkan warga mencari informasi sekaligus menyelesaikan urusan mereka dalam satu paltfotm. Selain itu, smart governance sangat mengutamakan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah. Untuk itu, diperlukan integrasi data berbagai instansi ke dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dsn mudah diakses.

Smart Society

Sebagai salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, Indonesia masih memiliki berbagai tantangan. Salah satunya, literasi digital yang belum merara. Literasi digital tak sebatas pada mengakses informasi tetapi juga menyaring bahkan mengkritisinya sehingga tidak terpengaruh pada misinformasi atau hoaks.

Smart society fokus mendukung masyarakat yang melek digital sekaligus mampu berinovasi dan menciptakan solusi baru. Kehadiran ruang-ruang fisik seperti co-working space dan creative hub menguatkan ekosistem digital yang memungkinkan talenta-talenta dari berbagai disiiplin ilmu saling bertemu dan bertukar pikiran.

Smart Living

Kualitas hidup manusia mencakup banyak aspek termasuk kesehatan dan mobilitas. Di puskesmas, rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan lainnya menggunakan teknologi untuk mendata pasien, ketersediaan tempat, telemedisin hingga rekam medis elektronik.

Di sisi lain, kemacetan tetap menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat perkotaan tiap hari. Jumlah jalan tidak sebanding tingkat kepadatan penduduk sehingga banyak waktu tetbuang percuma di jalan. Kehadiran transportasi publik yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurai kemacetan.

Smart Branding

Pada dasarnya, setiap kota di Indonesia mempunyai keunikan dan ciri khas yang membedakannya dengan kota lain. Meski demikian, belum semua kota menggali potensi daerahnya secara maksimal. Sebagai bagian dari smart branding, kota perlu mengembangkan identitas, positioning dan narasi yang didukung infrastruktur yang memadai. Untuk menjalankan proses tersebut, kolaborasi dan partisipasi aktif warga sangat diperlukan.

Salah satu cara membangun smart branding ialah dengan menyelenggarakan event kota yang rutin diadakan setiap tahun. Event tersebut bukan sekadar acara biasa, melainkan ikon yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Lebih dari itu, event juga bisa membuat kota terlihat lebih hidup kreatif, dan dinamis.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *